The Sims 4 dan Representasi Kehidupan Modern: Seberapa Realistis?

The Sims 4 dan Representasi Kehidupan Modern: Seberapa Realistis? – Halo Sobat Upix, kamu yang mungkin pernah tersenyum melihat Sim-mu dengan mudah membeli rumah, cepat naik jabatan, dan tetap bahagia meski hidupnya nyaris tanpa tekanan. Di satu sisi, semua itu terasa menyenangkan. Di sisi lain, mungkin kamu pernah bertanya: apakah kehidupan yang ditampilkan The Sims 4 benar-benar merepresentasikan kehidupan modern? Atau justru versi yang terlalu disederhanakan, bahkan idealistis?

Pertanyaan ini penting, karena The Sims bukan sekadar game hiburan. Ia sering dipandang sebagai cermin sosial—cara kita membayangkan, menormalisasi, dan mengidealkan kehidupan sehari-hari.

Mari kita uji klaim realisme itu dengan kepala dingin.


Apa yang Kita Maksud dengan “Realistis”?

Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu memperjelas satu hal: realisme tidak selalu berarti meniru dunia nyata secara detail. Dalam konteks simulasi kehidupan, realisme lebih dekat pada:

  • Konsistensi logis
  • Konsekuensi pilihan
  • Representasi masalah struktural
  • Dinamika sosial yang masuk akal

Dengan definisi ini, pertanyaannya bukan “apakah The Sims 4 mirip kehidupan nyata?”, melainkan bagian mana yang dipilih untuk disederhanakan, dan mengapa.


Ekonomi yang Terlalu Ramah

Salah satu aspek paling tidak realistis dari The Sims 4 adalah ekonomi.

Di game ini:

  • Pekerjaan relatif mudah didapat
  • Gaji naik cepat
  • Kebutuhan hidup terjangkau
  • Rumah bisa dimiliki lebih awal

Ini jelas tidak mencerminkan realitas kehidupan modern, terutama bagi generasi muda yang bergulat dengan biaya hidup, ketidakpastian kerja, dan tekanan finansial.

Seorang skeptis akan berkata: “Ini bukan simulasi kehidupan, ini simulasi harapan.” Dan kritik itu ada benarnya. The Sims 4 menghapus sebagian besar kecemasan ekonomi demi kenyamanan bermain.


Karier dan Produktivitas: Linear dan Optimistis

Karier di The Sims 4 bersifat linear. Jika kamu rajin, hampir pasti kamu sukses. Jarang ada:

  • Stagnasi
  • Diskriminasi
  • Burnout berkepanjangan

Padahal, kehidupan modern sering ditandai oleh ketidakpastian dan kelelahan kronis. The Sims 4 memilih menggambarkan dunia di mana usaha selalu dibalas secara adil.

Ini bukan representasi realitas, melainkan narasi normatif tentang bagaimana hidup seharusnya berjalan.


Hubungan Sosial yang Terlalu Mudah Dipulihkan

Dalam kehidupan nyata, konflik sosial bisa:

  • Meninggalkan luka
  • Mengubah relasi permanen
  • Membentuk kepribadian

Di The Sims 4, hubungan hampir selalu bisa diperbaiki dengan beberapa interaksi positif. Tidak ada konsekuensi sosial jangka panjang yang signifikan.

Ini menimbulkan pertanyaan kritis: jika hubungan tidak punya memori emosional, apakah ia masih merepresentasikan relasi manusia?

Game ini memprioritaskan harmoni daripada kompleksitas emosi.


Kesehatan Mental: Ada, Tapi Permukaan

The Sims 4 memang memiliki sistem emosi, tetapi sistem ini:

  • Bersifat sementara
  • Mudah diatasi
  • Jarang berdampak jangka panjang

Kehidupan modern justru banyak ditandai oleh masalah kesehatan mental yang kompleks dan berkelanjutan. Dengan menyederhanakannya menjadi mood sementara, The Sims 4 memilih keamanan representasi dibanding kejujuran emosional.

Ini bukan berarti game harus gelap atau depresif, tetapi pilihan untuk menghindari kedalaman ini berdampak pada klaim realisme.


Representasi Sosial: Inklusif, Tapi Ideal

Di sinilah The Sims 4 justru unggul.

Game ini memberikan representasi luas terhadap:

  • Gender dan ekspresi identitas
  • Orientasi seksual
  • Struktur keluarga non-tradisional

Namun, representasi ini hadir dalam dunia yang hampir bebas konflik sosial. Tidak ada diskriminasi sistemik. Semua identitas diterima dengan mulus.

Ini menciptakan dunia yang inklusif, tetapi juga utopis. Kehidupan modern direpresentasikan bukan sebagaimana adanya, melainkan sebagaimana yang diharapkan.


Teknologi dan Gaya Hidup Modern: Hadir Tanpa Beban

Media sosial, kerja kreatif, dan teknologi hadir di The Sims 4, tetapi tanpa:

  • Tekanan algoritma
  • Ketergantungan
  • Kecemasan performatif

Teknologi digambarkan sebagai alat produktif, bukan sumber stres. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa The Sims 4 memoles kehidupan modern agar tetap menyenangkan.


Perspektif Alternatif: Realistis Secara Emosional, Bukan Struktural

Mungkin kita keliru jika menuntut The Sims 4 realistis secara struktural. Bisa jadi targetnya adalah realisme emosional ringan: rutinitas, relasi, dan keinginan manusia tanpa beban sistemik.

Dalam kerangka ini, The Sims 4 bukan cermin dunia nyata, melainkan fantasi kehidupan modern yang fungsional. Dunia di mana masalah ada, tapi tidak menghancurkan.

Pertanyaannya: apakah ini membantu pemain memahami kehidupan, atau justru menormalkan ilusi bahwa hidup seharusnya selalu terkendali?


Kesimpulan: Realistis dalam Nilai, Tidak dalam Realitas

The Sims 4 tidak realistis secara struktural, tetapi cukup realistis secara nilai. Ia merepresentasikan kehidupan modern sebagaimana yang diinginkan, bukan sebagaimana yang dialami.

Game ini:

  • Menghapus tekanan ekonomi
  • Menyederhanakan konflik sosial
  • Menetralkan dampak emosi jangka panjang

Sebagai hasilnya, The Sims 4 menjadi ruang aman untuk mengeksplorasi identitas dan relasi tanpa risiko berat. Ini kekuatan sekaligus keterbatasannya.

Jika kamu mencari simulasi kehidupan modern yang jujur dan keras, The Sims 4 akan terasa dangkal. Namun jika kamu mencari representasi dunia ideal yang inklusif dan terkendali, game ini berhasil menjalankan perannya.

Pertanyaannya kini bukan apakah The Sims 4 realistis, tetapi apakah realisme selalu menjadi tujuan yang kita inginkan dari simulasi kehidupan—atau justru kita membutuhkan ruang fantasi untuk bertahan di dunia nyata yang kompleks?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *