Cara Bertahan Hidup Hingga Top 10 Tanpa Banyak Kill – Halo Sobat Upix! Di PUBG: Battlegrounds, tidak semua kemenangan harus diraih dengan 10–15 kill. Faktanya, banyak pemain konsisten masuk Top 10 dengan 0–3 kill saja. Pertanyaannya: apakah itu strategi cerdas, atau sekadar bermain terlalu aman?
Mari kita bahas cara bertahan hingga Top 10 tanpa harus terus-menerus mencari duel — sekaligus memahami batasannya.
1. Pilih Drop Zone yang Minim Risiko
Jika tujuan Anda bertahan lama, hindari hot drop.
Strategi:
- Turun di pinggir jalur pesawat
- Pilih compound kecil, bukan kota besar
- Hindari lokasi populer seperti Pochinki atau Bootcamp
Logikanya sederhana: semakin sedikit duel early game, semakin besar peluang masuk mid game dengan tim lengkap.
Namun hati-hati — terlalu jauh dari zona bisa menciptakan masalah rotasi.
2. Loot Secukupnya, Jangan Serakah
Untuk bertahan hingga Top 10, Anda tidak butuh loot sempurna.
Prioritas:
- 2 senjata stabil (AR + DMR misalnya)
- Helm & vest minimal level 2
- 3–5 smoke
- Heal cukup
Banyak pemain mati karena “satu rumah lagi”. Padahal risiko bertambah setiap menit Anda berada di area terbuka.
3. Rotasi Lebih Awal ke Zona Aman




Masuk zona lebih awal memberi keuntungan besar:
- Bisa memilih posisi
- Menghindari gatekeeping
- Tidak dipaksa lari di area terbuka
Bermain pasif bukan berarti diam di luar zona. Justru rotasi cepat adalah bagian penting dari strategi survival.
4. Ambil High Ground atau Cover Alami
Posisi menentukan segalanya.
Pilih:
- Bukit dengan batu
- Compound kecil di dalam zona
- Ridge yang memberi visibilitas tanpa terlalu terbuka
Hindari:
- Rumah tunggal di tengah lapangan
- Lembah rendah tanpa cover
- Skyline (puncak bukit yang memperlihatkan siluet)
Bertahan hidup lebih soal posisi daripada jumlah kill.
5. Hindari Fight yang Tidak Perlu
Tanya sebelum menembak:
- Apakah musuh sudah melihat saya?
- Apakah posisi saya lebih unggul?
- Apakah ini akan menarik tim ketiga?
Jika jawabannya merugikan, menahan tembakan sering lebih bijak.
Top 10 bukan tentang membuktikan siapa paling agresif.
6. Manfaatkan Informasi Suara
Dengarkan:
- Arah tembakan
- Kendaraan
- Langkah kaki
Biarkan tim lain saling bertarung. Masuk sebagai pihak ketiga saat situasi sudah melemah adalah strategi efisien.
7. Gunakan Smoke sebagai Alat Bertahan
Smoke bukan hanya untuk revive.
Gunakan untuk:
- Menutup rotasi kecil
- Mengalihkan perhatian
- Membuat ruang saat terdesak
Tanpa smoke, bertahan di late game jauh lebih sulit.
8. Bermain di Edge Zona dengan Disiplin
Bermain di tepi zona bisa efektif karena:
- Mengurangi kemungkinan diserang dari belakang
- Memberi kontrol arah musuh datang
Namun jangan terlalu lama tertinggal di luar zona. Anda tetap harus bergerak lebih awal dibanding tim lain yang juga bermain edge.
9. Sabar di Late Game
Saat pemain tersisa 15–20 orang:
- Jangan menembak tanpa alasan jelas
- Biarkan jumlah pemain berkurang
- Posisikan diri untuk pergerakan zona berikutnya
Banyak pemain gagal masuk Top 10 karena tergoda duel yang tidak perlu di fase ini.
10. Pahami Batas Strategi Ini
Bertahan hingga Top 10 tanpa banyak kill memang efektif untuk placement dan push rank. Tapi ada kelemahannya:
- Loot mungkin kurang optimal
- Minim pengalaman duel
- Sulit menghadapi 1v1 di akhir jika jarang fight
Artinya, strategi ini cocok untuk konsistensi, tapi tetap perlu dilatih dengan skill combat.
Kesimpulan
Masuk Top 10 tanpa banyak kill bukan berarti bermain pengecut. Itu bisa menjadi strategi disiplin yang mengutamakan posisi, rotasi, dan manajemen risiko.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup jika Anda ingin berkembang lebih jauh. Placement memberi stabilitas, tetapi kemampuan duel menentukan kemenangan akhir.
Sekarang pertanyaannya: apakah Anda ingin sekadar bertahan hingga Top 10, atau juga siap memenangkan duel terakhir saat hanya tersisa dua tim?