Strategi Early, Mid, dan Late Game AOV yang Sering Disalahpahami – Halo, Sobat Upix!
Banyak pemain AOV merasa sudah memahami konsep early, mid, dan late game. Masalahnya, pemahaman itu sering berhenti di definisi, bukan di cara mengambil keputusan. Akibatnya, pemain bermain agresif di waktu yang salah, atau justru pasif ketika seharusnya menekan.
Artikel ini membahas strategi tiap fase permainan AOV sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang paling sering membuat satu tim kehilangan momentum.
Kesalahpahaman Besar tentang Fase Game
Asumsi keliru yang umum:
- Early game = harus banyak kill
- Mid game = war terus
- Late game = tunggu item penuh
Masalahnya, fase game bukan soal apa yang boleh dilakukan, tapi apa yang paling masuk akal untuk dilakukan pada saat itu.
Early Game (0–5 Menit): Fondasi, Bukan Arena Pamer
Apa Tujuan Sebenarnya?
Early game bertujuan untuk:
- Membangun gold dan level
- Menjaga tower
- Menentukan tempo awal
Kesalahan Umum
- Terlalu agresif tanpa item
- Memaksa war kecil tanpa objektif
- Mengabaikan lane demi roaming
Masalah logisnya:
Kill di early game tidak menjamin keunggulan jika tidak diikuti farming dan objective.
Strategi yang Lebih Tepat
- Prioritaskan clear lane dan jungle
- Ambil Abyssal Dragon jika aman
- Hindari mati, terutama core hero
Early game yang baik tidak terlihat spektakuler, tapi menentukan stabilitas mid game.
Mid Game (5–12 Menit): Fase yang Paling Disalahpahami
Apa Tujuan Sebenarnya?
Mid game adalah fase:
- Konversi keunggulan menjadi objektif
- Kontrol map
- Mematahkan ritme lawan
Kesalahan Umum
- War tanpa arah
- Split push tanpa vision
- Overconfidence setelah unggul
Banyak tim unggul di early game tapi kehilangan semuanya di mid game karena salah ambil keputusan.
Strategi yang Lebih Tepat
- War hanya jika ada target jelas (tower, dragon)
- Rotasi berkelompok
- Jaga vision sebelum masuk area objektif
Mid game bukan soal siapa paling kuat, tapi siapa paling rapi.
Late Game (12 Menit ke Atas): Kesalahan Kecil, Dampak Besar
Apa Tujuan Sebenarnya?
Late game bertujuan:
- Mengamankan satu kemenangan penentu
- Meminimalkan risiko
- Menjaga core hero hidup
Kesalahan Umum
- Bermain terlalu santai
- Split push sendirian
- Mengejar kill tanpa perhitungan
Di late game, satu hero mati bisa berarti:
- Kehilangan Dark Slayer
- Kehilangan base
- Game berakhir
Strategi yang Lebih Tepat
- Selalu bergerak sebagai unit
- Lindungi marksman dan mage
- Ambil keputusan konservatif
Late game bukan tempat eksperimen.
Kesalahan Transisi Antar Fase
Banyak pemain gagal bukan di satu fase, tapi saat berpindah fase.
Contoh fatal:
- Masih bermain early game padahal sudah late
- Tetap agresif tanpa vision
- Tidak menyesuaikan build dan positioning
Pemain yang naik rank adalah mereka yang mengubah gaya main sesuai fase, bukan memaksakan satu gaya.
Strategi Per Role di Tiap Fase (Ringkas)
- Marksman:
Early aman → Mid farming + positioning → Late jadi damage utama - Mage:
Early clear → Mid kontrol war → Late jaga jarak - Warrior:
Early tahan lane → Mid buka map → Late lindungi core - Support:
Early vision → Mid inisiasi → Late proteksi - Jungler:
Early tempo → Mid objektif → Late eksekutor
Kesimpulan
Sobat Arena, memahami fase early, mid, dan late game bukan soal hafal waktunya, tapi soal menyesuaikan prioritas dan risiko. Banyak kekalahan terjadi bukan karena tim kalah kuat, melainkan karena bermain dengan mindset fase yang salah.
Jika kamu ingin bermain lebih konsisten dan naik rank, berhentilah bertanya:
“Kenapa kita kalah war?”
Dan mulai bertanya:
“Apakah war ini memang perlu di fase ini?”
Di situlah perbedaan pemain biasa dan pemain cerdas terlihat.